Perempuan Bertubuh Puisi

Perempuan seksi di mata saya, adalah ibarat sebuah puisi yang baik. Bagi saya, puisi yang baik adalah seperti jendela yang separuh tersingkap, separuh terbuka. Dia ditulis dengan maksud membunyikan sekaligus menyembunyikan. Saya menyukai puisi yang setiap kali membacanya, saya menemukan sekaligus hal-hal yang akrab dan asing, hal-hal yang baru dan usang. Puisi yang baik tidak sekadar mengenakan gaun bahasa yang indah, tetapi pula menyimpan lapisan-lapisan gagasan yang bisa membuat saya tersesat —dan menikmati ketersesatan saya. Puisi yang baik, bagi saya, menyodorkan pertanyaan-pertanyaan, bukan melulu jawaban. Saya menyukai puisi yang nampak sederhana tetapi membuat pikiran dan imajinasi saya bertambah tumbuh.

Imajinasi adalah salah satu alat vital saya. Perempuan yang mematahkan imajinasi saya, bukan termasuk perempuan seksi. Secantik apapun wajahnya, secerdas apapun otaknya, selembut apapun perangainya, sepandai apapun dia memadu-padankan warna pakaian dan polesan make-up- nya. Perempuan seksi bagi saya bisa jadi seorang yang sederhana, namun dalam dirinya tersedia pupuk bagi pohon imajinasi saya. Jadi, jelaslah,,, “Perempuan Bertubuh Puisi” adalah perempuan yang seksi dimata saya.
(*)

Iklan

Penulis: lelaki hening

karena dalam hening, selalu ada ketenangan